Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

  1. GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS BATURITI I

    Background -- Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a prevalent nutritional problem and can have serious impacts on both maternal and fetal health, including an increased risk of pregnancy and childbirth complications.

    Objectives – This study aimed to find out the characteristics of pregnant women with CED in Puskesmas Baturiti I.

    Methods – The sample was 40 pregnant women with CED at Puskesmas Baturiti I who were determined by total sampling technique. The data collected on March to April 2025. It was collected by questionnaire and conducted by univariate analysis

    Results – The results showed that pregnant women with CED at Puskesmas Baturiti Baturiti I were mostly in the ideal age range of pregnancy (85%), most had secondary education (40%), the majority of parity was primigravida (65%), half of the respondents had adequate economic status (50%) and the other half were inadequate (50%). Nutritional status before pregnancy was mostly in the good category (62.5%).

    Conclusion – This study produces new information to increase education related to important indicators of SEZ occurrence that are beneficial for all pregnant women, not only at the research site.

  2. ANALISA MULTILEVEL DETERMINAN EKSTRINSIK KASUS ISPA PADA BALITA DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW

    Latar Belakang – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan merupakan salah satu penyebab utama kesakitan serta kematian pada balita di Indonesia. Balita merupakan kelompok rentan karena sistem imun yang belum optimal dan tingginya paparan terhadap lingkungan rumah yang tidak sehat. Faktor ekstrinsik, khususnya kondisi fisik dan perilaku penghuni rumah, berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Pendekatan analisis multilevel diperlukan untuk memahami determinan lingkungan rumah yang berkontribusi terhadap kejadian ISPA secara komprehensif.

    Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ekstrinsik kejadian ISPA pada balita di Indonesia berdasarkan pendekatan analisis multilevel melalui kajian pustaka.

    Metode – Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan melibatkan artikel publikasi tahun 2011–2021. Dari 181 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis.

    Hasil – Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita meliputi ventilasi rumah yang tidak memadai, pencahayaan alami yang buruk, kepadatan hunian yang tinggi, paparan asap rokok dari anggota keluarga, kelembaban udara yang tinggi, kondisi kebersihan rumah yang tidak optimal, serta tipe lantai rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan.

    Kesimpulan – Lingkungan rumah berperan penting terhadap kejadian ISPA pada balita. Upaya pencegahan ISPA perlu difokuskan pada perbaikan kondisi fisik rumah dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui intervensi keperawatan dan sistem kesehatan di tingkat keluarga dan komunitas.